Do'a dan Sedekah
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ
إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang
dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak
ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain
(perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)
Kemarin sore, teman kantor mengingatkan kalau besok ada pengajian umum di masjid BKPM yang bertepatan di sebelah kantor, dengan pembicara Ustadz Yusuf Mansur. Melihat jadwal esok hari sepertinya diriku bisa datang karena pengajiannya juga pas rehat siang kantor, ba'da dzuhur. Janjianlah kami jam setengah 12 mau berangkat ke sana karena kami berencana sekalian sholat Dzuhur di sana. Karena setelah rehat siang aku ada jadwal pelatihan pegawai baru, untuk mengantisipasi gak sempat makan siang setelah dari pengajian maka aku mendahului makan apel yang kubawa dari rumah. Mendekati jam yang disepakati ternyata aku mulai laper, bekal 2(dua) buah apel dari rumah sudah kuhabiskan namun entah ilmu dari mana makan buah justru membuatku menjadi tambah lapar. Dan ternyata makanan memang salah satu godaan terberat bagiku, daripada aku gak konsen saat pengajian maka kuputuskan makan siang saat itu juga. Baru beberapa sendok temanku mengabari kalau sudah mau berangkat ke kantor sebelah.
Seingatku, ini kali pertama aku mengikuti secara langsung pengajian Ustadz Yusuf Mansur, penasaran juga dengan ustad yang sempat memicu kontroversial dengan VSI-nya. Tapi di sini saya tidak ingin membahas itu melainkan tentang materi pengajiannya saja, karena ini mengingatkanku akan sesuatu ^^
Di awal acara, Ustadz Yusuf Mansur mengajak para jamah untuk membaca hadits Rasulullah saw seperti yang saya tulis di atas, beserta artinya. Berulang2 sampai kami mulai hapal di luar kepala.
"Tidak ada yang dapat mengubah takdir kecuali dengan do'a...
Pernahkah kau jumpai orang yang merasa sudah menyerah dengan suratan takdir yang ia alami kemudian ia menyalahkan Tuhannya. Menyalahkan kenapa ia mengalami hal tersebut. Mengapa harus dia?
Lupa kapan tepatnya saya pernah mendengar hadits ini sebelumnya namun hanya sekelebat lalu hilang. Pengajian kali ini membuat saya lebih memaknai isi hadits tersebut dan membuat saya sangat maluuu sekali dengan Allah. Betapa saya begitu sombongnya sehingga selama ini lupa untuk memanjatkan do'a kepadaNya. Betapa saya begitu angkuhnya mencoba menyelesaikan 'ini' sendiri on my own. Dan betapa saya sok pintarnya hingga tidak menyadari kebodohan diri sendiri.
Hidup itu mengandung sebab akibat, entah dari 'sebab' yang manakah
hingga kita mendapatkan 'akibat' seperti yang kita alami saat ini.
Ya, dulu aku pernah membuktikan bagaimana kekuatan do'a telah mengubah takdir yang kualami, karena tidak ada yang tak mungkin bagiNya. Dan untuk #menolaklupa saya menuliskan tema ini.
Do'a, ya, berdo'alah kepada Allah, memintalah segala sesuatu kepadaNya, jangan pantang menyerah untuk berpikir positif atas ketetapanNya. Jika kau ada masalah katakanlah "Hai masalah sesungguhnya engkau itu kecil karena aku memiliki Allah yang Maha Besar."
Proses pengabulan do'a itu sendiri memang bermacam-macam, ada yang kilat, ada yang masih menunggu beberapa saat, dan ada yang masih belum terkabul. Kenapa sebabnya? Salah satunya, Bisa jadi karena hati kita belum bersih, kita masih menyangsikan Kebesaran Allah, malas beribadah, masih banyak kemaksiatan yang kita lakukan, dan kita jarang berdoa. Seperti kita menginginkan sesuatu yang amat sangat kita inginkan, pastilah kita selalu menyebutnya berkali2 sampai terbawa dalam tidur, seharusnya seperti itulah kita berdo'a kepada ALLah. Dalam setiap selesai sholat, di antara waktu2 yang mustajab untuk berdoa kita selipkan keinginan kita itu dengan sepenuh hati.
.....Dan tidak ada yang menambah umur selain dengan kebaikan."
Bersyukur, di kantor diriku mendapat teman2 sholih yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Salut dengan semangat dakwah mereka. Berlomba-lomba dalam kebaikan dan semangat belajar menjadi pribadi baik. Praktis, rutinitas di kantor terasa lebih terjadwal untuk hal-hal yang baik. Jangan sediiih, ungkapan kantor adalah 10% kerja, 90% drama juga ada di sini yang menjadikan suasana keakraban di kantor ini begitu berasa.
Umur berbeda arti dengan usia. Usia berbicara mengenai akumulasi angka atas lama waktu kita di dunia. Sedangkan umur diartikan sebagai aktualisasi pemanfaatan waktu kita di dunia. Bisa jadi usia pendek namun memiliki umur yang panjang karena investasi kebaikan yang dilakukannya.
Invest in your life. Investasi terbaiiiik adalah investasi pada diri sendiri. Maksudnya kebaikan yang kita lakukan nantinya akan kembali kepada diri kita, kita menuai apa yang kita tanam. Jadi, bukan respon orang lain yang kita nantikan, tugas kita hanya memastikan kita sennatiasa melakukan hal yang baik dalam berbagai kondisi.
If better is possible good is not enough. Berbuat baik itu bukan asal dilakukan padahal kita masih bisa mengusahakan yang lebih baik. Penerjemahan frasa mastatho'tu (semampuku) sering kali disalahgunakan dengan menilai rendah kapasitas diri dan menjadikan alasan pembenaran dari keengganan kita.
Salah satu hal baik yang disampaikan dalam pengajian tersebut adalah bersedekah. kebiasan berbagi dengan orang lain. Banyak cerita hikmah dari keajaiban bersedekah yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansur, termasuk menghindari bencana dengan bersedekah.
Kebaikan adalah aktualisasikan kemampuan diri secara proporsional. Allah mempunyai hak atas diri kita, pun begitu keluarga kita, masyarakat dan tentu saja diri kita sendiri, dengan proporsi dan prioritas masing2.
Tebarkan kebaikan dan minta kepada Yang Maha Baik untuk senantiasa menjaga kita dalam kebaikan dan kebahagiaan.
Warm regards,
Nani
*cek blog ternyata ada draft tulisan yang belum selesai. Daaaan butuh waktu dua tahun untuk merampungkan =)
Comments
Post a Comment