Study with Family (Part 3 - Sekolah Anak)


Mengajak anak seusia Azzam dan Aisha untuk ikut sekolah ke LN punya tantangan sendiri. 

Pertama, saat itu Azzam usia 15 tahun dan Aisha 13 tahun, sementara kebanyakan temen2ku anaknya masih kecil atau masih di primary school, jadi aku agak susah dapat testimoni tentang sekolah anak di secondary. 

Alhamdulillah, ketemu Mbak Dinar yang baru balek dari York, ngasih testimoni tentang sekolah anaknya yang di secondary. Mbak Dinar cerita kalau sekolah udah paham gimana me-treat siswa baru dari luar karena mereka udah biasa nerima international students. Trus misal ada kendala bahasa nanti ada temennya yang diminta dampingi siswa baru di awal2 sekolah, duduk sebangku, ditemenin ke kelas (karena sistemnya moving), dibantu ngurus kartu perpus dkk. Selain itu, nanti juga disediain translator di sekolah. Intinya, tenang aja, sekolah udah paham dan anak2 lebih cepet adaptasinya. 

Testimoni berikutnya aku dapet dari Prima, temen SMPku yang udah stay lama di UK. Kebetulan dia cerita kalau mau pulkam pas summer holiday, janjianlah kami ketemuan di Jember. Dia ngasih info kalau usia Azzam masuk Year 11 dan nanti akan ada ujian GCSE dengan subject yang compulsory (wajib) dan pilihan. Untuk subject yang wajib ada Math, English, dan Sains. Sementara untuk subject pilihan macem2, ada music, olahraga (Physical education/PE), art, bahasa (Spanyol, Jerman), dll. "Jangan pilih bahasa Spanyol, susaaah.." begitu pesennya padahal dia udah lama juga di Spanyol sebelum pindah ke UK. Mulailah saat itu kami kepo2 apa itu GCSE, gugling2, nonton yutuub.. 

Kedua, sistem pendidikan di UK agak beda dengan kita, misal mereka taun ajaran baru mulai awal September sementara kita dari Juli. Agak nanggung waktu itu, apakah anakku stop sekolah pas kenaikan kelas atau masuk beberapa bulan sampai keberangkatan ke UK di bulan September. Nimbang2, kami putusin anak2 berhenti  sekolah di kenaikan kelas, jadi pas rapotan sambil pamitan ke guru di sekolah. Jeda waktunya dipakai untuk persiapan dokumen (perpanjang paspor, tes kesehatan, ngurus visa), pamitan ke keluarga besar, dan persiapan sistem pendidikan di UK (request ke Ms Diyah untuk ngasih latihan soal2 Cambridge, nonton yutub materi GCSE, latian duolingo). 

Keputusan udah dibungkus, kami ngajuin surat pengunduran resmi ke sekolah di saat kami belum ngajuin visa dan masih simpang siur apakah beasiswaku termasuk yang dibolehin bawa keluarga ke UK. Gongnya, pagi hari pas aku berangkat ngantor di hari pertama awal tahun ajaran baru, saat itu jalanan agak macet karena banyak ortu yang nganter anaknya di momen spesial ini, aku nangis sesenggukan karena sedih kebayang anak2 yang lagi di rumah. Suami yang lagi nyetir sampe bingung kenapa aku tiba2 nangis dan dengan argumen logisnya nenangin aku. Malemnya di rumah cerita ke anak2, minta maaf ke mereka, malah anak2 yang nguatin, "Gpp ibuk kan aku belajar juga di rumah.."

Okee, kita lanjut ke step pendaftaran sekolah yaa... barangkali bisa jadi insight temen2 yang mau lanjut sekolah di UK. Beda negara mungkin beda kebijakan yaa.. Kayak di Ausie, sekolah ini jadi syarat wajib di pengajuan visa untuk anak, sedangkan di UK enggak. Banyak juga yang nyampe dulu di UK baru trus survey sekolah buat anak. Atau seperti di US yang perlu dokumen imunisasi anak, ternyata di UK gak diminta syarat ini. Tapii tetep yaa, ibuk2 overthinking pingin nyiapin ini itu takut ada yang kureeeng...

Dari pengalamanku taun lalu, Aku baru tahu kalau ternyata...

  1. Gak perlu nunggu VISA jadi yang penting udah secure accommodation, udah bisa daftar. Itulah kenapa Housing ini penting, karena anak akan ditempatkan di sekolah dengan prioritas lokasi yang terdekat dari rumah.
  2. Pendaftarannya terpusat, jadi kita daftar di website City of York Council dengan daftar akun Parent Portal dan mengisi data diri siswa, alamat, dan opsi sekolah tujuan.
  3. Penempatan kelas sesuai dengan usia anak per 1 September. Primary schools di sini ada 7 level, mulai dari kelas Reception (mulai usia 4 tahun), Year 1 (mulai usia 5 tahun), dst sampai Year 6 (mulai usia 10 th). Lanjut ke Secondary schools ada 5 level, dari Year 7 - Year 11. Aisha usia 13 tahun, pas isi form pendaftaran, masukin DOB langsung aplikasinya nempatin ke Year 9, sementara Azzam usia 15 tahun dialokasiin ke Year 11. Pas aku nanya ke sekolah boleh gak Azzam jadi Year 10 dulu biar persiapan GCSEnya lebih lama, dijawab gak boleeeh sambil ngasih word affirmation kalau Azzam pasti bisa.
  4. Kita diberi slot untuk milih sampe 5 opsi prioritas tujuan sekolah dengan referensi masukin kode pos rumah, misal pilihan pertama di sekolah A, pilihan kedua di sekolah B, dst. Selanjutnya, City Council yang akan mengalokasikan anak kita sekolah sesuai ketersediaan kuota di sekolah tersebut. 
  5. Pengajuan aplikasi pendaftaran udah bisa dari Juni, tapii gak bisa jauh2 hari juga karena musti 20 hari (school days) sebelum anaknya masuk sekolah. Inget yaa school days, di UK dari 18 Juli- 1 Sept itu liburan sekolah, pengalamanku taun lalu apply 2 Agustus nunggu jawabannya lamaa karena nunggu sekolah masuk.
  6. Standardnya dalam waktu 15 hari sekolah, City Council akan ngirim keputusan penempatan sekolah anak. Kemaren aku cuman milih 2 opsi aja sekolah yang deket rumah, Azzam dapat sekolah di opsi ke 2 sementara Aisha blm dpt sekolah karena kedua opsi tsb full, jumlah siswa per kelas di Year 9 sudah mencapai batas maksimal. City Council  imel kalau keputusan untuk Aisha akan dirapatin lebih lanjut dan besoknya kami diinfo kalau  Aisha  ditempatkan di sekolah yang agak jauh dari rumah dan kita diberi waktu untuk nimbang2. Besoknya, kami survei ke sekolah, ketemu guru sekalian simulasi kalau dari rumah aksesnya gimana. ALhamdulillah, lokasi sekolahnya pas di depan halte bis dan Aisha juga mau sekolah di sana.
  7. Setelah diinfo sekolah anak2, Bapaknya telepon ke sekolah nanya mulai kapan bisa masuk sekolah, kami pun survei dateng ke sekolahnya mastiin apakah ada dokumen yang perlu disiapkan. Sekolah Azzam blas sama sekali gak minta dokumen tambahan. Diawal, kami ditanya pilihan subject untuk GCSE dan Azzam diminta ngerjain beberapa latian soal. Berikutnya, sekolah akan menyusun timetable untuk Azzam (semacam jadwal pelajaran) dan kami diminta nyiapin seragam sambil nunggu diinfo hari pertama masuk sekolah.
  8. Sementara di Sekolah Aisha, kami diminta isi formulir pendaftaran yang isiannya data diri mirip2 yang di website City Council dan diminta laporan belajar (rapot) dari sekolah sebelumnya. Alhamdulillah, kami sempat nyiapin dari rumah rapot anak2 di sekolah lama. Berikutnya juga sama, di Year 9, Aisha juga ditanya kira2 mau ngambil subject apa aja. Dari pilihan subject tsb, sekolah akan menyusun timetable dan samaa, kami diminta nyiapin seragam sambil nunggu info hari pertama masuk sekolah.
  9. Meski udah dapat selebaran info seragam sekolah dan toko tempat belinya, aku beberapa kali imel mastiin ke  guru untuk nanya seragam yang dipake di hari pertama sekolah. Mindsetku masih kayak sekolah anak2 di Indonesia yang seragam sesuai harinya. Ternyata di UK setiap hari seragamnya samaaa, kecuali kalau ada olahraga, anak2 bawa seragam PE dari rumah. Azzam makai kemeja putih, jas, dasi, celana item, dan sepatu pantopel warna item, setiaaap hariii. Aisha juga sama bedanya sepatunya yang sepatu cewek warna item. Jadi bye bye sneakers hehe...
  10. Temen2 juga bisa beli seragam sekolah yang second hand di sekolah, gak harus beli baru. Tapii karena di awal kami cek website sekolah gak nemu info ini, jadi kami beli di toko yang ditunjuk sekolah, kebetulan tokonya sama untuk sekolah Azzam dan Aisha, dan sekalian biar anak2 ngerasain experience sekolah baruu.
Naah itu gambaran umum step2 pendaftaran, secara umum sama untuk jenjang dr primary sampai secondary. Sementara untuk Further Education (setelah Year 11) prosesnya bedaaa, karena musti daftar langsung ke sekolah. InsyaALLah nanti kusharing pengalaman Azzam setelah dari Year 11.

So far sekarang sudah di akhir tahun pelajaran, alhamdulillah anak2 betah di sekolah sini, dapet temen2 dan guru2 yang menyemangati. Awal2 adaptasinya lumayaaan berat, gak ngerti sama pelajarannya, kayak sejarah yang belajar sejarah UK, materi GCSE yang kalau di Indonesia lingkup pelajaran kayak sampe kelas 3 SMA sementara Azzam baru naik dari kelas 8 ke kelas 9, trus sampe belajar puisi dan novel2 klasik di English Literature. 

Kalau anak2 ditanyaa, gimanaa masih mau lanjut sekolah di sinii??

"Mauuuu..", katanya.


Semoga ALLah mudahkan ikhtiar kita semuaa...


Mas Azzam hari pertama sekolah






with Love,



Nani






Comments

Popular posts from this blog

Dari Help Desk Menuju Nudge Desk: Peran Contact Centre dalam Membentuk Perilaku Wajib Pajak Digital

Study with Family (Part 4 - Dokumen VISA)