Study with Family (Part 1 - Pemilihan Kampus)
Assalamu'alaikuum teman2, kali ini aku mau share the "WHY" yang jadi pertimbangan 'Study with Family' versikuu.
Rencananya kubagi jadi beberapa part sesuai timeline persiapannya..
Di Part pertama, pencarian kampus dan jurusan yang sesuai dengan preferensi dan kemampuanku (syarat IELTS dkk seperti ceritaku di sini), kebutuhan organisasi, dan masuk ranking 30 dunia by subject (berhubung ini syarat dari MINTS sebagai provider beasiswa). Untuk ranking universitas, temen2 bisa merujuk ke sini, nanti tinggal pilih subjectnya apa. Awalnya aku cari referensi di subject accounting&finance (secara anak STAN hehe), bussiness&management (karena kuota kebutuhan organisasi jurusan ini lumayan banyak), dan law&legal studies (karena pernah di regulasi). Subject social policy&administration ini baru akhir2 nyari karena awalnya jurusan ini gak masuk kuota jadi gak dibolehin daftar jurusan ini eeh pas akhir2 dibolehin karena kuotanya dibuka untuk satu Kementerian gak per eselon 1 seperti sebelumnya.
Dari kriteria itu mulai muncul beberapa pilihan kampus dan jurusan, yang terus dicocokin sama preferensi NEGARA tujuan. Waktu itu aku kepikiran beberapa pilihan negara tujuan ke Australia, US, atau UK, daan ternyata ini pilihan mainstream Indonesian student sesuai data ini.
Awal2 untuk tahu gambaran perkuliahan di sana dan gimana kondisi kalau bawa keluarga, aku ngajakin zoom temen yang lagi kuliah di Unimelb (thank youu Patria dan istrii), ngikutin zoom senior yang lagi kuliah di US, dateng ke acara2 yang diadaain agen2 pendidikan, sama nontonin yutuub.
Di tahap ini aku milih Australia karena pertimbangannya deket sama Indonesia dan mulailah mengerucut pilihan kampus dan jurusan, waktu itu mutusin daftar MMFinance dan MTax di Unimelb. Tapiii ada misinformasi di sini karena aku baru ngeh kalau sekolah anak di Australia itu yang free cuman untuk dependents dari study by research (Phd atau Mphil) atau student yang dapat beasiswa dari Pemerintah Australia. Fuiih...
Pening episode pertama.
Aku mulai riset2 jurusan MPhil, syaratnya apa aja, pas diskusi sama pihak Admission Unimelb mereka bilang unlikely untuk daftar MPhil karena belum pernah ada international student yang ketrima di MPhil karena syaratnya beraaat. Tapiii yaa coba aja, katanya. Fuiih, tariik nafas lagiii..
Kucoba imel ke UNSW pas kuliat diwebsitenya ada jurusan MPhil. Direspon kalau saat ini mereka udah gak nrima MPhil tapi programnya lanjut dari S2 yang langsung ke S3 tapi mereka minta proposalku untuk dicek lebih lanjut. Daan, aku ditolak hehehe..
Baiklah, jadi bye bye opsi MPhil.
Pening episode ke dua.
Gagal kuliah S2 by research artinya musti nyiapin dana untuk sekolah anak di Ausie. Mulailah riset sekolah anak di Australia, berapa biaya sekolahnya, alternatif sekolah swasta, dll. Nyoba imel ke sekolah Islam yang ada di sana tapi sampe sekarang gak dibales hiks. Gugling cari sosmed sekolahannya juga gak yang apdet banget sosmednya. Karena untuk pengajuain visa dependents ke Ausie, anak2 musti udah dapat sekolah di sana jadi selain survei kampus juga mulai survei sekolah anak.
Aku mulai riset2 jurusan MPhil, syaratnya apa aja, pas diskusi sama pihak Admission Unimelb mereka bilang unlikely untuk daftar MPhil karena belum pernah ada international student yang ketrima di MPhil karena syaratnya beraaat. Tapiii yaa coba aja, katanya. Fuiih, tariik nafas lagiii..
Kucoba imel ke UNSW pas kuliat diwebsitenya ada jurusan MPhil. Direspon kalau saat ini mereka udah gak nrima MPhil tapi programnya lanjut dari S2 yang langsung ke S3 tapi mereka minta proposalku untuk dicek lebih lanjut. Daan, aku ditolak hehehe..
Baiklah, jadi bye bye opsi MPhil.
Pening episode ke dua.
Gagal kuliah S2 by research artinya musti nyiapin dana untuk sekolah anak di Ausie. Mulailah riset sekolah anak di Australia, berapa biaya sekolahnya, alternatif sekolah swasta, dll. Nyoba imel ke sekolah Islam yang ada di sana tapi sampe sekarang gak dibales hiks. Gugling cari sosmed sekolahannya juga gak yang apdet banget sosmednya. Karena untuk pengajuain visa dependents ke Ausie, anak2 musti udah dapat sekolah di sana jadi selain survei kampus juga mulai survei sekolah anak.
Berbekal zoom dengan senior yang di Urbana Illinois, sempat kepikiran ngambil jurusan akuntasi di kampus alumninya Bu Menteri karena sekolah anak di US termasuk free. Tapii gak sampai daftar karena coba riset sekolah anak di sana masih belum nemu yang klik dan suami juga kurang setuju kalau ke US.
Pun sama dengan UK, karena saat itu ada pembatasan imigrasi mulai Januari 2024, dimana international student yang boleh bawa dependents (keluarga) hanya Phd atau beasiswa dari Pemerintah UK, jadi aku gak daftar ke UK. Pertimbangannya kalau sama2 gak bawa keluarga mending ke Australia yang lokasinya lebih deket.
Pening episode ke tiga.
Akhirnya saat nrima LOA MMFinance dari Unimelb, kami mulai menyiapkan skenario gak jadi bawa keluarga dan ngambil studi yang 1 tahun aja. Berhubung MMFin 2 tahun jadi aku masih nunggu LOA MTax yang 1 tahun. Sempat ditawarin sama Unimelb untuk ganti jurusan ke International Tax karena materi MTax lebih ke hukum perpajakan dalam negerinya Australia, tapi aku keukeuh tetep mau MTax. Di tahap ini, emosi naik turun, melow, mulai over thinking ngebayangin kepisah sama keluarga...
Pening episode ke empat.
Pening episode ke empat.
Sembari menunggu LOA yang MTax, temen2 di grup MINTS ngasih kabar kalau ada apdet dari UK Embassy di Indonesia kalau international students boleh bawa dependents dengan syarat beasiswa dari pemerintah pusat, contohnya LPDP. Mereka gak nyebut MINTS, tapi karena MINTS itu beasiswa dari Kementerian Keuangan, beberapa temen mulai nyaranin aku untuk daftar ke UK. Mulailah pencarianku nyari kampus dan jurusan yang mau menerima aku apa adanya hehehe.. Disaraninlah ke University of York, dengan pertimbangan studinya 21 bulan (kebanyakan S2 di UK 1 tahun), lingkungan kampus dan sekolah anak yang aman dan damai, dan bisa apply family accommodation. Aku pun mulai gerilya nyari temen2 yang alumni Uni of York untuk nanya testimoni perkuliahan, sekolah anak2, dan lingkungan di sana. Makasih banget Hadi sama Niken yang udah mau diajakin zoom sampe hampir 3 jam bahas York dari A sampe Z, hehe.. Belum lanjut ngobrol2 di wa nanya ini itu..
Daan akhirnya diskusi dengan suami dan anak2, mereka setuju dukung daftar ke UK. BismiLLah aku daftar ke MPA CASSPER Uni of York. Nama jurusannya panjang jadi disingkat hehe, kepanjangannya Master of Public of Administration of Comparative Applied Social and Public Policy, Evaluation and Research.
Sehari setelah aku daftar terbit LOA dari Uni of York, dan di minggu yang sama LOA dari MTax Unimelb terbit. Sempat galau tapi balek lagi pengin bareng2 keluarga jadi bismiLLah lanjut ke Uni of York, bye bye Unimelb..
Sekian Part 1, insyaALLah lanjuut ke part2 berikutnyaaa...
Sekian Part 1, insyaALLah lanjuut ke part2 berikutnyaaa...
with Love,
Nani

Comments
Post a Comment