Celoteh anak

" Ibuk, besok Azzam ikut ke'ja ya?" ujarnya saat kami ngobrol2 sebelum tidur.
"ohya, Mas Azzam ikut kerja?" kataku antusias.
"iyyaa."
"Hmm, kerja gimana mas?" tanyaku mencoba menyamakan persepsi 'kerja' menurut anak gantengku ini.
"Ke'ja ibuk, pagi pagi naek motor. Azzam bisa ibuk.."
oalah kerja maksudnya mau ikut naek motor gitu, batinku.
"Mas Azzam di rumah, njagain dek Aish ya. Ibuk ama Apak kerja. Besok kalau libur mas Azzam ikut naek motor, sama dek Aish juga." jelasku
"ohh,, azzam di rumah aja ya buk?"
"iya mas.."
waktu mas Azzam ikut ke kantor


Beberapa hari terakhir ini Mas Azzam sama dek Aish suka berebut perhatian kami. Saat mas Azzam iseng, dek Aish sudah bisa 'membalas' dengan gayanya, endingnya salah satu dari mereka atau dua2nya ada yang menangis. Waktu itu, episode mas Azzam yang menangis.
"Ibuk, Azzam gak mau njagain dek Aish lagi?"
"Eh, kenapa mas?" tanyaku
"Dek Aish sudah besa' buk, Azzam gak mau njagain sekarang."
Puter2 otaklah diriku, secara kalau nasehatin dek Aish latihan toliet training, diriku selalu bilang kalau sekarang dek Aish sudah besar jadi kalau pipis di kamar mandi. Sementara kalau 'nitipin' dek Aish ke mas Azzam untuk dijagain, diriku bilang kalau mas Azzam njagain dek Aish soale dek Aish masih kecil.
"Oh, dek Aish sudah besar ya?" tanyaku retoris.
"Iya, ibuk." tegasnya
"Dek Aish memang sudah besar, tapi dek Aish masih lebih kecil dari mas Azzam. Jadi Mas Azzam njagain dek Aish. Dek Aish juga njagain mas Azzam." jelasku.
"Ohh, jadi Azzam njagain dek Aish ya buk."





Waktu itu sambil mangku mas Azzam aku sambil nasehatin, " mas Azzam di sekolah yang pinter ya, jangan suka mukul temen2."
"Azzam bisa mukul buk." katanya sambil bangkit meragain gaya 'silatnya'
".." aku masih melongo
"Azzam njagain temen ibuk." katanya kemudian.
"Ohya?"
Barulah aku memperoleh kisah dari apak kalau di sekolah mas Azzam memang ada anak yang cukup nakal, ada temen baik mas Azzam yang namanya Faiz waktu itu diisengin waktu maen bola, bolanya diambil, saat itulah mas Azzam njaga temennya itu, dengan merebut bola itu kembali.

Mas Azzam juga suka meng-apresiasi, contohnya ketika aku selesai masak, "Ibuk, enak sekali ini ibuk. Azzam suka." Di lain waktu, waktu aku selesai nata2 kamar, "Ibuk, ini apa? Bagus sekali. Ini keren ibuk." dan lain2 yang membuat diriku terbang melayang.

Yaa Robbi Hablii Minashshoolihiin


Comments

Popular posts from this blog

Dari Help Desk Menuju Nudge Desk: Peran Contact Centre dalam Membentuk Perilaku Wajib Pajak Digital

Study with Family (Part 4 - Dokumen VISA)

Study with Family (Part 3 - Sekolah Anak)