Catatan untuk Pejuang SPMB

 


Aku belum pernah ikut SPMB tapii di sini aku ingin bercerita tentang kegagalanku untuk daftar SPMB.

Saat kelas 3 SMA, aku mendaftar beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi (lupa nama beasiswanya). Yang kuingat, seleksinya dari nilai rapot selama SMA dan penerima beasiswa akan mendapat bantuan untuk daftar SPMB (seleksi masuk PT) dan biaya kuliah tahun pertama. Daan, saat itu aku gagal kepilih. Sedih, iyya karena ini kuanggap salah satu cara agar aku bisa lanjut sekolah. Mulai saat itu, aku terima takdir jika aku nanti tidak lanjut sekolah sekaligus mengubur mimpilu lanjut ke Teknik Kimia ITB.

Seingetku, aku belum pernah ada niat keinginan untuk kuliah di STAN sampai di hari cap tiga jari, yang juga H-1 pendaftaran SPMB tahun itu, aku bertemu dengan teman2ku di sekolah. Banyak cerita hari itu, ada yang sedang ikut bimbingan tes SPMB di kota A, ada yang daftar SPMB opsi jurusan B  dan C, hingga ada teman bertanya kepadaku, “Kamu daftar kemana Nan? Besok hari terakhir loh.” Trus kujawab, “Aku gak daftar SMPB. Eh, kampus yang masih buka pendaftaran apa ya?” Dijawab, “…STAN masih buka Nan sampe minggu depan…”

Ternyata obrolan itu masih nyantol sampai aku di rumah, mulailah kucari info2 tentang STAN, cara pendaftaran, tipe ujian masuk, telepon temen yang punya kenalan kuliah di STAN. Setelah dapat byk informasi, aku bilang ke Ibue kalau aku mau daftar STAN dengan penekanan kuliah gratis dibiayai sama negara nanti lulus bisa langsung kerja, biaya pendafataran sekian, trus untuk sehari-hari biaya hidup kuliah aku ngajar privat karena dapat cerita ada kakak kelas yang kuliah sambil ngajar privat. Alhamdulillah, ijin udah didapat besoknya ngajak Ibue k bank untuk setor uang pendaftaran. Berikutnya sambil menunggu tes, aku mulai latian soal tes CPNS karena kata temenku tipe soalnya mirip. Latihan kuulang2 sampe bbrp kali namatin satu buku latian soal CPNS, yaah karena bahan latiannya itu aja hehe. Daan alhamdulillah, aku diterima masuk STAN, ternyata, aku gak lolos beasiswa itu karena memang rejekinya bukan kuliah di PT.  

Aku tulis ini sebagai pengingat diri bahwa sesuatu yang kita anggap sebagai ‘kegagalan’ ternyata cara ALLah untuk menuntun kita ke jalan takdirNya yang Maha Luas. Tidak dapat beasiswa untuk lanjut ke PT bukan berarti stop dari mimpi untuk lanjut sekolah. Menjaga prasangka baik kepada ALLah dengan tetap berusaha mempersiapkan diri, karena sesungguhnya keberuntungan itu datang kepada orang2 yang siap..

 

With Love,

Nani

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Dari Help Desk Menuju Nudge Desk: Peran Contact Centre dalam Membentuk Perilaku Wajib Pajak Digital

Study with Family (Part 4 - Dokumen VISA)

Study with Family (Part 3 - Sekolah Anak)