Anchor

 

Menjadi orang tua, membuatku makin memahami nano nano emosi orang tua dan anak. Seneng, kesel, marah, sedih, kecewa, bangga, campur aduk jadi satu. Makin relate dengan pilihan-pilihan sulit yang mungkin diambil oleh orang tua kita dan berdampak ke kita. Makin relate dengan berbagai sikap anak yang ternyata membuat emosi kita naik turun. Hingga gimana hubungan itu menjadi ‘anchor’ satu sama lain, bagai jangkar yang menjaga kapal agar stabil tidak terbawa arus dan ombak.


Secara umum, anchor merupakan teknik menghubungkan suatu stimulus tertentu (misalnya sentuhan, gerakan, suara, aroma, atau kalimat) dengan suatu keadaan emosional positif. Jadi, saat ingin membangun mood menjadi positif bahkan mengubah mood negatif menjadi positif, kita bisa mengaktifkan anchor yang sudah kita tanam sebelumnya.


Bagiku, core memory saat kecil terbukti cukup efektif jadi anchor. Membayangkan momen mereka bertepuk tangan saat Nani TK nyanyi bintang kecil. Inget2 waktu Nani SD ikut karnaval terus buat Ibue kesel tapi Ibue tetep sabaaaar. Momen Bapake gendong Nani kecil ke masjid untuk ikut tadarus. Hingga dalam kondisi seburuk apapun, aku yakin rasa sayang mereka kepadaku jauuuuh lebih besar.


Dan saat Jumat sore, aku menerima telepon dokter tentang pemasangan ventilator, berbagai skenario mulai terbayang. Momen yang mengingatkan betapa terbatas waktu kebersamaan yang kami miliki, karena sejam kemudian ALLah membuktikan kuasaNya.


InnaliLLahi wainna illaihi rooji’un. ALLahummaghfirlahu warhamhu, wa’afihi, wa’fuanhu, wa ‘akrim nuzulahu, wa wassi’ mudkhalahu. ALLahumma latakhrimna ajrohu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu. Rabbighfirlii waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayani shoghiiro.


Kejadian ini jadi tambahan Anchor bagiku, bahwa kematian sejatinya nasihat, itu benar adanya, terlebih kematian dari orang terdekat kita. ALLah sudah mencukupkan tugas Bapake di dunia ini, tugasku kini sebagai anak untuk bisa menjadi amal jariyah untuk Bapake. Semoga yang sedikit ini menjadi berkah dan pemberat amalan.. Amiin yRa.



With Love, 


Nani





Comments

Popular posts from this blog

Dari Help Desk Menuju Nudge Desk: Peran Contact Centre dalam Membentuk Perilaku Wajib Pajak Digital

Study with Family (Part 4 - Dokumen VISA)

Study with Family (Part 3 - Sekolah Anak)